5 Tips Ini Bisa Anda Lakukan Saat Beli Obat Over-The-Counter (OTC) Atau Obat Bebas

Obat over-the-counter (OTC) digunakan untuk mengobati berbagai kondisi, dari sakit kepala hingga sakit perut. Obat-obatan ini mudah didapat karena Anda tidak memerlukan resep dokter untuk membelinya. Oleh karena itu, obat OTC adalah pilihan pengobatan yang menarik. Selain itu, apotek online adalah salah satu tempat teraman untuk beli obat OTC asli.

Namun, penting untuk diingat bahwa sama seperti obat resep, produk OTC dapat menyebabkan efek samping yang serius terutama jika obat tersebut salah dikonsumsi atau dengan obat lain. Berikut adalah 5 tips untuk membantu Anda membuat pilihan yang aman dan mengurangi risiko bahaya saat menggunakan obat OTC.

1. Konsultasikan dengan dokter atau apoteker Anda sebelum membeli produk OTC. Dokter dan apoteker Anda dapat membantu memandu Anda dalam memilih obat OTC yang sesuai berdasarkan riwayat kesehatan Anda. Mereka harus mewaspadai alergi yang Anda miliki atau obat resep atau OTC lain yang Anda pakai. Pastikan untuk memberi tahu mereka tentang suplemen herbal, vitamin, atau produk alternatif yang mungkin Anda gunakan. Dokter atau apoteker Anda akan menggunakan informasi ini untuk merekomendasikan produk OTC untuk Anda.

2. Baca label dengan cermat. BPOM mewajibkan produsen obat untuk memasukkan informasi spesifik tentang obat OTC. Informasi penting ini terdapat pada label fakta obat yang ada kemasan atau wadah obat. Label tersebut mencakup bahan aktif, tujuan (untuk apa) kegunaannya; peringatan, petunjuk, kapan, bagaimana, dan seberapa sering mengambil; batasan usia, dan informasi lainnya termasuk bahan tidak aktif. Jika Anda tidak yakin bagaimana cara membaca label fakta obat, mintalah bantuan apoteker Anda.

3. Jangan minum obat dengan bahan aktif yang sama. Bahan aktif merupakan komponen dalam obat yang berfungsi untuk mengatasi masalah tersebut. Harusnya bahan aktif dicantumkan di label obat. Bahan aktifnya mungkin ada di sejumlah obat OTC yang berbeda. Misalnya, pereda nyeri OTC seperti Advil dan Motrin, keduanya memiliki bahan aktif ibuprofen, jadi tidak boleh dikonsumsi bersamaan. Mengambil obat dengan bahan aktif yang sama dapat menyebabkan efek samping yang serius atau overdosis yang mengancam jiwa. Jadi, saat membeli produk OTC, selalu bandingkan labelnya. Begitu sampai di rumah, periksa bahan aktif produk baru terhadap obat OTC atau resep yang sudah Anda miliki. Jika Anda tidak yakin, tanyakan pada apoteker Anda apakah boleh menggunakan produk OTC dengan obat lain yang Anda minum.

4. Hanya obati gejala yang Anda alami. Beberapa produk OTC mengandung lebih dari satu bahan. Setiap bahan aktif menangani gejala yang berbeda. Misalnya, Tylenol (pereda nyeri/ pereda demam) dan Tylenol Cold & Sinus (sering digunakan untuk mengobati pilek dan hidung tersumbat) keduanya mengandung bahan aktif acetaminophen, jadi tidak boleh dikonsumsi bersamaan. Tylenol Cold & Sinus juga mengandung bahan aktif lain, pseudoephedrine yang membantu meredakan hidung tersumbat. Untuk menghindari penggunaan obat yang tidak perlu dan mengurangi risiko efek samping, pilih produk yang hanya mengatasi gejala yang Anda alami.

5. Buatlah daftar obat-obatan yang Anda pakai saat ini. Obat bebas, vitamin, suplemen, dan produk herbal dapat berinteraksi satu sama lain dan dengan beberapa obat resep. Dengan memiliki daftar obat-obatan yang Anda minum, dokter dan apoteker Anda akan dapat memeriksa interaksi obat secara akurat sebelum meresepkan atau mengeluarkan obat baru untuk Anda. Mereka juga dapat memberi tahu Anda produk OTC mana yang aman untuk dikonsumsi bersama obat-obatan Anda yang lain, dan produk OTC mana yang harus dihindari.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *